Ibu,
Masih ingatkah bunda akan suara tangis ananda ketika pertama kali dilahirkan di dunia ini,
masih ingatkah bunda bagaimana bunda dengan sambil menahan rasa sakit yang dirasa tapi dilupakan semua itu hanya karena ingin memeluk ananda yang lemah ini,
masih ingatkah bunda bagaimana dengan sabarnya menjaga dan menyusui ananda yang saat itu belum bisa apa-apa, walaupun harus menyita waktu istirahat bunda
Ibu,
Bila ananda tatap wajahmu, membelai rambutmu, mengingat namamu dan melihat senyum mu
Maka yang ananda lihat adalah bagaikan seorang malaikat yang turun ke bumi
Serasa terbang jiwa ini tatkala melihat bunda bahagia dan tersenyum,
Serasa bagai di kelilingi malaikat penjaga tatkala bunda memegang tangan ini dan memeluk tubuh ini
Ibu,
Dalam jiwa dan tubuh ini mengalir jiwamu,
Dalam darah yang mengalir di seluruh tubuh ini mengalir darahmu.
Engkau bagaikan belahan jiwa yang ada di tubuh ini, itulah kenapa terasa sakit sekali jiwa dan hati ini saat ananda melihat bunda tersakiti, saat ananda melihat bunda menangis.
Biarlah tubuh ini terluka, biarlah jiwa ini terbang, biarlah hati ini hancur asalkan bunda tidak tersakiti, asalkan bunda merasa bahagia, asalkan bunda jangan menangis dan menderita.
Ibu,
Demi cinta dan sayangmu kepada ananda, engkau rela menderita
Engkau rela mengorbankan kepentingan dirimu hanya untuk sedetik kebahagian ananda
Engkau rela melangkahi jalan berduri demi setapak jalan kesuksesan ananda
Engkau pun rela melepas masa masa mudamu demi melihat tumbuhnya ananda.
Ibu,
Terberkatilah dirimu wahai bunda,
Engkaulah salah satu anugerah terbesar yang Allah pernah turunkan di dunia ini,
Karena ridho mu adalah rindhonya Allah SWT
dan di bawah telapak kakimu, adalah surganya Allah SWT
Ibu,
Pernah dalam suatu malam, ananda mendengar lirih suaramu
Dalam sholat malam mu terlantun kata-kata cinta yang terucap indah
Mengalun, berzikir dalam kidung doamu.
Dalam doamu bunda berharap kelak ananda menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, menjadi anak yang sholeh yang mampu mendoakan orang tua nya, menjadi pemimpin yang adil dalam keluarga, dan dalam doamu bunda juga selalu memaafkan atas apa-apa dosa yang telah ananda perbuat, bahkan bunda memohonkan maaf dosa-dosa ananda kepada Allah SWT…
Mungkin itulah sebabnya, kenapa Rasulullah, manusia yang paling mulia, kekasih Allah yang paling disayangi-Nya pernah berkata bahwa orang yang paling berhak terhadap diri seorang hamba adalah Ibumu, Ibumu, Ibumu lalu bapakmu.
Maafkan ananda wahai ibunda tercinta,
maafkan ananda yang kerdil dan tidak tahu berterima kasih ini,
maafkan ananda yang selalu membuat bunda menangis dimalam hari,
maafkan ananda yang tidak pernah bisa membahagiakan ibunda
Ibu,
Walaupun habis waktu 1000 tahun umur ini untuk bekerja melayanimu,
walaupun habis air di lautan untuk menuliskan kebaikanmu selama ini,
walaupun habis emas sebesar gunung uhud hanya untuk membayar semua hal yang pernah bunda lakukan
Maka tidak akan pernah terbayar itu semua
Hanyalah Allah yang mampu membalas itu semua, dan balasan terbaiknya adalah syurga
Bunda,
Waktu semakin jauh berjalan
Siang dan malam datang bergantian mengisi rongga-rongga kehidupan
Ananda yang dulu selalu di ayun dan di papah sekarang telah bisa berjalan
Ananda yang dulu kecil dan lemah sekarang telah dewasa
Waktu yang ditunggu pun akhirnya datang,
Penantian ini telah berakhir,
Doa Yusuf ini yang tengah menanti seorang Zulaikha tambatan hati
Akhirnya Allah kabulkan jua
Ibu,
Dengarkanlah, sebentar lagi ananda akan melangkah
Tuk menyusuri waktu, menjemput cinta
Mencari hakikat kehidupan dan menjalaninya bersama seorang bidadari
Ibu,
Lepaskanlah, Lepaskanlah ananda ke samudera biru
Tuk mengarungi sebuah kehidupan yang baru
Dalam sebuah bahtera rumah tangga
Ibu,
Doakanlah ananda, doakanlah ananda dengan segenap penuh keikhlasan dan ketulusan
Lepaskanlah ananda dengan penuh maafmu bunda,
Tenteramkanlah hati ananda, dengan restu, ridha dan kasih sayangmu
Ibu,
Cintamu tak akan pernah terganti, kasih sayangmu tak akan pernah terbeli
Izinkanlah ananda melaksanakan tugas ini dan Menjalankan amanah ini,
Sebagai bagian dari bentuk ketaatan ananda kepada Allah SWT dan mengikuti sunnah Nabinya yang mulia
Ibu,
Izinkanlah ananda melaksanakan sebagian dari doa bunda,
Yaitu menjadi lelaki yang sejati, menjadi pemimpin yang sejati dalam keluarga
Menjadi manusia yang berbakti kepada keluarga, masyarakat, bangsa dan agama ini
Membentuk keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah
Ibu,
Ikhlaskanlah ananda,
Sesungguhnya, kemanapun ananda melangkah
Maka bunda akan selalu ada disana
Karena separuh nafas yang ada di raga ini adalah milikmu,
dan tak akan pernah hilang rasa bakti ananda, hingga kelak nafas ini terputus dari raganya
Dari anakmu yang tercinta
Kamis, 29 September 2011
diriku
Apa sebenarnya yang hendak kutulis dalam blog ini?
Aku seperti kereta yang tak berlokomotif, seperti air yang tak berhulu, apa tujuanku.
Maaf yang hanya bisa keluar dari mulutku ini, kelu rasanya lidah ini. Hatiku selalu saja seperti qolbu selalu berubah-ubah. Laiknya serpihan cacing yang terkena oleh panas.
Pagi ini dan pagi-pagi sebelumnya berulang kembali tiada sanggup ku menjawab. Apa yang bisa engkau perbuat wahai Asip.
Kau seharusnya sudah bisa bertindak dewasa, tapi mengapa dan kapan, wahai Asip!
Bangunlah kau dari mimpi-mimpimu dan gapailah semua mimpi-mimpi itu.
Apa yang kau inginkan?
Ada apa dengan diriku?
Aku seperti kereta yang tak berlokomotif, seperti air yang tak berhulu, apa tujuanku.
Maaf yang hanya bisa keluar dari mulutku ini, kelu rasanya lidah ini. Hatiku selalu saja seperti qolbu selalu berubah-ubah. Laiknya serpihan cacing yang terkena oleh panas.
Pagi ini dan pagi-pagi sebelumnya berulang kembali tiada sanggup ku menjawab. Apa yang bisa engkau perbuat wahai Asip.
Kau seharusnya sudah bisa bertindak dewasa, tapi mengapa dan kapan, wahai Asip!
Bangunlah kau dari mimpi-mimpimu dan gapailah semua mimpi-mimpi itu.
Apa yang kau inginkan?
Ada apa dengan diriku?
bertambah atau berkurang usia
Waktu berjalan tiada henti
Mengiringi rembulan dan mentari
Yang tErbit nan tenggelam setiap hari
Mengiringi usia yang bertambah dan berkurang
Dari hari ke hari
Semoga hamba tetap dalam lindungan Allah SWT
~tetap bodoh dan lapar~
Jumat, 12 Agustus 2011
Selasa, 12 Juli 2011
setelah kau menikahiku
Ku tahu sebaik apapun ku berusaha
Ku hanya manusia biasa
Yang penuh lupa dan dosa
Tapi pada-Mu ya Rabb ku pinta
Siapapun bidadari yg kau siapkan untukku
Semoga ku bisa menjadi yang terbaik baginya
Karena ku tahu ya Rabb ku
Dialah yang terbaik untukku
Dan semoga ya Rabb
Semoga Dalam naungan cinta-Mu
Kita dapat bersama
Dan selalu saling mengingatkan
Untuk sebuah cinta suci mulia
Agar dapat kembali bersua,
Di surga-Mu
Dikutip dari novel "Setelah Kau Menikahiku"
Ku hanya manusia biasa
Yang penuh lupa dan dosa
Tapi pada-Mu ya Rabb ku pinta
Siapapun bidadari yg kau siapkan untukku
Semoga ku bisa menjadi yang terbaik baginya
Karena ku tahu ya Rabb ku
Dialah yang terbaik untukku
Dan semoga ya Rabb
Semoga Dalam naungan cinta-Mu
Kita dapat bersama
Dan selalu saling mengingatkan
Untuk sebuah cinta suci mulia
Agar dapat kembali bersua,
Di surga-Mu
Dikutip dari novel "Setelah Kau Menikahiku"
cinta lagi deh
Setiap anak muda pasti mengingat cinta pertamanya.....
dan berusaha mengenang kembali
saat-saat aneh itu
sebuah kenangan yang mengubah perasaan terdalamnya
dan membuat dia sangat bahagia walaupun banyak kepahitan di dalam misterinya.........
dan berusaha mengenang kembali
saat-saat aneh itu
sebuah kenangan yang mengubah perasaan terdalamnya
dan membuat dia sangat bahagia walaupun banyak kepahitan di dalam misterinya.........
Langganan:
Komentar (Atom)