Apa sebenarnya yang hendak kutulis dalam blog ini?
Aku seperti kereta yang tak berlokomotif, seperti air yang tak berhulu, apa tujuanku.
Maaf yang hanya bisa keluar dari mulutku ini, kelu rasanya lidah ini. Hatiku selalu saja seperti qolbu selalu berubah-ubah. Laiknya serpihan cacing yang terkena oleh panas.
Pagi ini dan pagi-pagi sebelumnya berulang kembali tiada sanggup ku menjawab. Apa yang bisa engkau perbuat wahai Asip.
Kau seharusnya sudah bisa bertindak dewasa, tapi mengapa dan kapan, wahai Asip!
Bangunlah kau dari mimpi-mimpimu dan gapailah semua mimpi-mimpi itu.
Apa yang kau inginkan?
Ada apa dengan diriku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar